Agora
Vol 3, No 1 (2015): Agora, Jurnal Mahasiswa Manajemen Bisnis

MANAJEMEN KONFLIK DALAM PERENCANAAN SUKSESI PERUSAHAAN KELUARGA DI BIDANG EKSPEDISI DI SURABAYA

Lucia Laurence (Unknown)



Article Info

Publish Date
29 Jan 2015

Abstract

Suksesi kepemimpinan dalam pe­ru­sa­ha­­an keluarga memiliki potensi menimbulkan konflik. Ko­nflik dalam perencanaan suksesi terjadi pada peru­sa­ha­an keluarga dibidang ekspedisi di Suabaya. Oleh kare­na itu, penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengin­den­ti­fika­si  penyebab terjadinya konflik internal, 2) Dampak ba­gi pe­ru­sahaan atas konflik internal pada, dan 3) Me­ka­ni­sme penyelesaian masalah atas konflik internal pada pe­ru­sa­ha­an keluarga dibidang ekspedisi di Suabaya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, sedangkan jenis penelitiannya ada­lah deskriptif. Penentuan narasumber dalam penelitian ini dilakukan dengan cara purposive sampling. Jenis data ya­ng digunakan ada dua yaitu data primer dan data se­kun­der. Prosedur pengumpulan data yang digunakan ada­lah wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang di­gunakan adalah dengan cara deskriptif, sedangkan un­tuk uji validasi  menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan penyebab ter­ja­di­nya konflik internal pada perusahaan keluarga dibidang ekspedisi di Suabaya adalah ketidak nyamanan dari anak pertama pimpinan perusahaan atas penunjukan anak ke­t­iga sebagai suksesor. Dengan demikian, konflik lebih di­se­babkan karena variabel-variabel pribadi seperti emosi, karena dalam perencanaan suksesi yang dilakukan pi­m­pinan mengabaikan keberadaan anak perempuan. Kon­flik internal pada perusahaan keluarga dibidang eks­pe­disi di Suabaya berdampak negatif karena proses peng­am­bilan keputusan tertunda. Selain itu, dampak bagi kar­yawan dalam proses pengambilan keputusan atau ke­bijakan. Konflik yang terjadi berdampak negatif dengan mu­nculnya sekutu-sekutu diantara karyawan. Pen­ye­le­sa­i­an konflik internal dalam adalah tetap menempatkan na­ra­sumber ketiga sebagai manajer keuangan, namun me­mi­liki kewenangan lebih besar seperti kebebasan untuk me­mberi saran tentang strategi-strategi perusahaan serta ke­bijakan yang akan diambil perusahaan.

Copyrights © 2015