Bawal : Widya Riset Perikanan Tangkap
Vol 9, No 2 (2017): (Agustus 2017)

ASPEK BIOLOGI IKAN LAYUR (Lepturacanthus savala Cuvier, 1829) DI PERAIRAN PANGANDARAN, JAWA BARAT

Puput Fitri Rachmawati (Pusat Riset Perikanan)
Sri Turni Hartati (Pusat Riset Perikanan)



Article Info

Publish Date
06 Dec 2017

Abstract

Sumberdaya ikan demersal di perairan Pangandaran mendominasi hasil tangkapan sebesar 32,90 % dari total produksi ikan secara keseluruhan, pada tahun 2015 jenis ikan layur (Lepturacanthus savala) berkontribusi sebanyak 47,31 % dari total produksi ikan demersal, merupakan salah satu jenis ikan demersal yang bernilai ekonomis tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek biologi dan parameter populasi L. savala di perairan Pangandaran. Penelitian dilakukan pada bulan Juni – Desember 2015, data yang terkumpul meliputi panjang dan berat ikan, jenis kelamin, tingkat kematangan gonad, berat gonad, serta data statistik perikanan. Analisis parameter populasi didasarkan pada data length-frequency panjang dan dilakukan dengan bantuan program FiSAT II (FAO-ICLARM Stock Assesment Tools II). Hasil menunjukkan hubungan panjang-berat bersifat alometrik negatif dengan nilai b = 2,92; nisbah kelamin jantan terhadap betina 1,0:3,2. Panjang rata-rata ikan tertangkap lebih besar dari panjang pertama kali matang gonad (L50% = 57,19 cmTL > Lm = 47,23 cmTL). Panjang asimtotik (L) sebesar 111,00 cmTL, laju pertumbuhan (K) sebesar 0,56/tahun. Selanjutnya laju kematian total (Z) sebesar 3,46/tahun, laju kematian alami (M) sebesar 0,85/tahun, dan laju kematian akibat penangkapan (F) sebesar 2,61/tahun; sehingga laju eksploitasi (E) sebesar 0,75, terindikasi kondisi fully exploited. Jika dibiarkan kondisi tersebut dapat mengarah pada recruitment overfishing. Untuk menjaga keberlangsungan kelestarian sumberdaya L. savala, pengelolaan dapat dilakukan dengan cara membatasi intensitas penangkapan, memperbesar ukuran mata jaring, dan penetapan kawasan reservat terhadap sejumlah stok induk yang memadai. The fish production in the Pangandaran waters dominated demersal fish resources by 32.90% of total landed in 2015. Savalai hairtail contributes 47,31% to total demersal fish production. This study aims to determine the biological aspects and population parameters of Lepturacanthus savala in Pangandaran waters. Data collection conducted in June - December 2015, with data collected including length and weight, sex, the maturity level of gonads, gonad weight, and fishery statistics data. Population parameter analysis based on length-frequency data was done by using FAO-ICLARM Stock Assessment Tools II (FiSAT II) program. The result shows a negative allometric growth pattern (b = 2,92) and sex ratio of male to female has a ratio of 1,0: 3,2. The average length of the fish is caught is greater than the length of the first mature gonad (L50% = 57,19 cmTL> Lm = 47,23 cmTL). Analysis of fish population parameter obtained asymptotic length (L) = 111,00cmTL, growth rate (K) = 0,56/year, total mortality rate (Z) = 3,46/year, natural mortality rate (M) = 0,85/year, catch mortality rate (F) = 2,61/year, so that the rate of exploitation (E) = 0,75, indicated fully exploited condition. If left unchecked, the condition may lead to recruitment overfishing. To maintain the sustainability of L. savala resources, management can be done by limiting the intensity of catching, maximazing the mesh size, and determining the reserved area against a sufficient number of parent stocks.

Copyrights © 2017






Journal Info

Abbrev

bawal

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Biochemistry, Genetics & Molecular Biology

Description

Bawal Widya Riset Perikanan Tangkap dipublikasikan oleh Pusat Riset Perikanan yang memiliki p-ISSN 1907-8226; e-ISSN 2502-6410 dengan Nomor Akreditasi RISTEKDIKTI: 21/E/KPT/2018, 9 Juli 2018. Terbit pertama kali tahun 2006 dengan frekuensi penerbitan tiga kali dalam setahun, yaitu pada bulan April, ...