Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi petani peserta program UPSUS pajale terhadap tingkat pendapatan rumahtangga. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Sampel yang diambil menggunakan teknik pengambilan sampel acak sistematis yakni sebanyak 80 petani (40%) peserta UPSUS pajale. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi terbesar per tahun yakni sektor tanaman hortikultura sebesar Rp.1.205.581.709 (37,00 %), kemudian peternakan Rp. 1.023.675.000 (3,442 %), ketiga sektor non pertanian Rp. 754.330.000 (23,15%), dan tanaman pangan (UPSUS Pajale) hanya sebesar Rp. 274.379.480 (8,42%). Faktor yang menyebabkan rendahnya kontribusi sektor tanaman pangan (UPSUS Pajale) dibandingkan dengan sektor lain terhadap pendapatan rumahtangga menurut persepsi petani yakni tidak ada pasar dan harga jual jual yang rendah.
Copyrights © 2019