At-Tafkir
Vol 12 No 1 (2019): Vol. 12 No 1 Juni 2019

DARI WUJUDIYAH KE MA’RIFAH: GENEOLOGI TASAWUF HAMZAH FANSURI

Cibro, Ramli (Unknown)



Article Info

Publish Date
08 Aug 2019

Abstract

Secara umum, ajaran tasawuf Hamzah Fansuri disebut sebagai ajaran Wuj?diyah. Secara geneologi, kata wuj?diyah tidak ditemukan dalam karya-karya Hamzah Fansuri. Kata tersebut justru pertama sekali disebutkan dalam tulisan-tulisan N?r Al-Dîn Al-Rânirî sebagai ?tudingan sesat? atas ajaran tasawuf Hamzah Fansuri. Secara ontologi, kata wuj?diyah justru sering dikaitkan dengan ajaran wa?datul wujúd-nya Ibnu Arabi. Terakhir, kata wuj?diyah kemudian menjadi ?terma baku? yang digunakan oleh para pengkaji Hamzah Fansuri, baik yang mendukung maupun yang menolak ajarannya. Hanya saja dalam artikel ini penulis mencoba menolak menyematkan kata wuj?diyah dan menawarkan kata ma?rifah bagi ajaran tasawuf Hamzah Fansuri. Menurut penulis, ajaran tasawuf Hamzah Fansuri lebih layak disebut sebagai ma?rifah, daripada wuj?diyah. Karena kata wuj?diyah tidak ditemukan basis geneologi, maupun terma ontologi, epistemologi dan aksiologi-nya dalam ajaran tasawuf Hamzah Fansuri.

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

at

Publisher

Subject

Humanities Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Social Sciences

Description

Journal At-tafkir uses Open Journal Systems 3.1.2.1, which is open source journal management and publishing software developed, supported, and freely distributed by the Public Knowledge Project under the GNU General Public ...