Secara umum, ajaran tasawuf Hamzah Fansuri disebut sebagai ajaran Wuj?diyah. Secara geneologi, kata wuj?diyah tidak ditemukan dalam karya-karya Hamzah Fansuri. Kata tersebut justru pertama sekali disebutkan dalam tulisan-tulisan N?r Al-Dîn Al-Rânirî sebagai ?tudingan sesat? atas ajaran tasawuf Hamzah Fansuri. Secara ontologi, kata wuj?diyah justru sering dikaitkan dengan ajaran wa?datul wujúd-nya Ibnu Arabi. Terakhir, kata wuj?diyah kemudian menjadi ?terma baku? yang digunakan oleh para pengkaji Hamzah Fansuri, baik yang mendukung maupun yang menolak ajarannya. Hanya saja dalam artikel ini penulis mencoba menolak menyematkan kata wuj?diyah dan menawarkan kata ma?rifah bagi ajaran tasawuf Hamzah Fansuri. Menurut penulis, ajaran tasawuf Hamzah Fansuri lebih layak disebut sebagai ma?rifah, daripada wuj?diyah. Karena kata wuj?diyah tidak ditemukan basis geneologi, maupun terma ontologi, epistemologi dan aksiologi-nya dalam ajaran tasawuf Hamzah Fansuri.
Copyrights © 2019