Kekayaan alam menjadi modal utama produksi garam di Indonesia, di mana luas garam produktif pada 2014 mencapai 27.898 Ha. Permasalahan yang muncul adalah kebutuhan garam nasional cenderung mengalami peningkatan seiring dengan pertumbuhan penduduk dan industri, sedangkan produksi garam nasional tidak dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Salah satu upaya untuk mendorong produksi garam adalah dengan meningkatkan produktivitas lahan garam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi produktivitas lahan garam di Indonesia, menggunakan metode analisis regresi logistik. Hasil yang didapat adalah bahwa umur petambak, luas lahan, luas meja garam, metode produksi, dan lama penjemuran signifikan memengaruhi produktivitas lahan garam di Indonesia.
Copyrights © 2019