JUSPI (Jurnal Sejarah Peradaban Islam)
Vol 3, No 1 (2019)

Sakralitas Sains Islam: Studi Historis Sains Islam Abad Pertengahan dan Sains Modern

Fadhlu Rahman (Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam STFI Sadra, Jakarta)
Anas Amarulloh (Program Doktor Ilmu Pendidikan, Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta)



Article Info

Publish Date
01 Jul 2019

Abstract

Paradigma sains positivis berasumsi bahwa pengetahuan yang tak dapat diverifikasi secara empiris tidak bermakna, sehingga secara tidak langsung sains positivis mereduksi sistem pengetahuan dan membatasinya pada sesuatu yang bersifat fisik. Dampaknya adalah pengetahuan haus akan pencarian kebenaran sejati, karena pada sejarahnya secara alami manusia sebagai pencari ilmu tak dapat terlepas dari kesakralan yang berstatus metafisik. Sains Islam menjadi antitesis dari keadaan sains modern. Para ilmuan Islam mendasari proses pencarian ilmunya pada diri yang absolut (Tuhan), sehingga sains dianggap sebagai sebuah sistem penyingkap tabir penghalang pengetahuan Tuhan sekaligus mampu menjadi kiblat pengetahuan sedunia. Tulisan ini berusaha menunjukan kemungkinan-kemungkinan sains secara potensial untuk kembali kepada realitas abadi dengan cara menunjukan fakta-fakta sejarah sains Islam berbasiskan metode historis pada abad pertengahan, serta menjadikannya pijakan kritik pada sains modern. Ini sehingga dapat disimpulkan bahwa sains secara potensial dapat berkembang sekaligus kembali pada realitas yang abadi.Kata Kunci: Sains Islam, sakralitas, sejarah.

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

Publisher

Subject

Humanities Social Sciences

Description

JUSPI (Jurnal Sejarah Peradaban Islam) publishes scientific articles in the fields of historical, social and humanities. JUSPI invites academics to publish their research articles, especially historical, social and humanities studies with Islamic themes, for example about Islamic groups or ...