Perkembangan balaghah sebagai satu bidang kajian bahasa Arab, tidak dapat dipisahkan dari kajian الإعجاز القرآني dengan lahirnya kitab bernama (مجاز القرآن) karya Abu Ubaidah Mu’ammar ibn al-Mutsanna (w. 209 H/213H), yang merupakan kitab pertama secara khusus mengkaji balaghah, kemudian dilanjutkan oleh banyak ahli seperti al-Jahiz dalam kitabnya (البيان والتبيين), dan puncaknya dilakukan pada masa Abdul Qahir al-Jurjani dengan pendekatan النظم (struktural) dalam karyanya (دلائل الإعجاز) dan (أسرار البلاغة). Pandangan al-Jurjani inilah yang menjadi fokus pembahasan dalam makalah ini, bahwa إعجاز القرآن menurut Al-Jurjani bukan pada keindahan lafaz dan makna setiap lafaz tersebut, melainkan pada struktur kalimat dan makna yang terdapat dibalik struktur kalimat tersebut. Al-Jurjani adalah seorang ahli balaghah sama seperti ahli balaghah yang lain, maka semua unsur yang dibahas dalam ilmu balagha dibahas oleh Al-jurjani seperti al-ma’ni, al-bayan, al-badi’, dan sebagainya. Kata Kunci: I’jaz Al-Qur’an, Balaghah, Al-Jurjani, Al-Bayan
Copyrights © 2015