Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berfikir kritis matematika siswa dan self efficacy siswa kelas X SMK setelah penerapan model PBL pada pembelajaran matematika, dan untuk mengetahui pembelajaran yang lebih efektif sebagai upaya peningkatan kemampuan berfikir kritis dan self efficacy siswa antara pendekatan Problem Based Learning (PBL) atau pendekatan konvensional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan desain kelompok kontrol pretes-postes (pretes-postes control group design). Populasi pada peneltiaian ini adalah siswa kelas X SMK LPT Ciamis sebagaimana tempat saya mengajar. Sampel pada penelitian ini dengan kelompok eksperimen kelas X TKR1 sebanyak 34 orang sedangkan kelompok kontrolnya kelas X TKR2 sebanyak 32 orang siswa. Instrumen non tes yang yang digunakan dalam penelitian ini yakni lembar observasi aktivitas siswa, jurnal siswa, pedoman wawancara dan skala sikap. Adapun instrumen tesnya berupa soal yang di olah perhitungannya menggunakan aplokasi microsoftexcel atau SPSS for windows. Hasil yang diperoleh dalam kedua pendekatan mampu meningkatkan kemampuan Berfikir kritis matematika siswa, hanya saja pendekatan Problem Based Learning (PBL) lebih efektif daripada penerapan pendekatan konvensional dalam meningkatkan kemampuan Berfikir kritis matematika siswa. Hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata gain siswa kelompok eksperimenlebih baik dari kelompok kontrol yakni nilai rata-rata kelompok eksperimen 0,55 dan nilai rata-rata gain kelompok kontrol 0,46.
Copyrights © 2019