Latar Belakang: Perdarahan postpartum disebabkan oleh beberapa faktor seperti komplikasi persalinan, retensioplasenta, robekan jalan lahir, partus lama, perdarahan dan eklampsia masing-masing, komplikasi selama nifas dan demamnifas.Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui gambaran kejadian perdarahan post partum pada pasien persalinanpervaginam di Bagian Kebidanan RSUD dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2014.Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan rancangan Cross Sectional.Populasi semua ibu yang melahirkan di ruang kebidanan RSUD dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung, sampel diambilsebanyak 85 orang. Analisis bivariat dilakukan dengan analisis deskriptifHasil Penelitian: Pasien persalinan pervaginam yang mengalami perdarahan post partum dalam kategori umurberisiko (14,1%), paritas multigravida (83,5%) dan primigravida (16,5%), jarak persalinan kurang < 2 tahun (14,1%),kejadian partus lama (8,2%), pasien yang tidak memiliki riwayat perdarahan pada persalinan sebelumnya (80,3$) dan usiakehamilan pasien ≥ 37 minggu (84,7%) sedangkan < 37 minggu (15,3%). Pasien dengan perdarahan post partum yangdisebabkan oleh robekan perineum (23,5%), robekan serviks (15,3%), atonia uteri dan retensi sisa plasenta (16,5%),retensio plasenta (11,8%) dan kelainan pembekuan darah (8,2%). Penatalaksanaan perdarahan post partum pada pasienpersalinan pervaginam berupa obat dan tindakan (83,5%). Komplikasi perdarahan post partum (14,1%).Kesimpulan: Penatalaksanaan perdarahan post partum pada pasien persalinan pervaginam berupa obat dantindakan, komplikasi perdarahan post partum terjadi 14,1% dan tidak ada kematian akibat perdarahan post partum
Copyrights © 2016