Latar Belakang: Dermatitis seboroik berhubungan erat dengan keaktifan kelenjar minyak yang terjadi pada bayibaru lahir dantidak aktif pada usia 9-12 tahun dengan puncak kejadian terjadi pada usia 18-40 tahun dengan efloresensiberupa eritem, edem,papul, vesikel, skuama dan keluhan gatal.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi angka kejadian dermatitisseboroik berdasarkan letaklokasi lesi di Poli Kulit dan Kelamin RSUD dr.H.Abdul MoeloekMetode Penelitian: Yaitu deskripsi analitik dengan rancangan penelitian yang digunakan yaitu cross sectional.Penelitian dilakukan di Poli Kulit dan Kelamin RSUD dr.H.Abdul Moeloek. Subjek dipilih menggunakan metode totalsampling dengan sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 43.Variabel independent usia, jenis kelamindan tingkat kelembaban serta variabel dependent lokasi lesi dermatitis seboroik. Alat ukur yang digunakan pemberiankuisoner dan sub rekam medik dengan uji analisis univariat.Hasil: Dari 43 sampel berdasarkan usia letak lesi bagian atas sebanyak 20 dan bagian bawah 5 terjadi pada usia>46 tahun sedangkan usia <46 tahun letak lesi bagian atas sebanyak 14dan bagian bawah 4. Berdasarkan jenis kelamin letak lesi bagian atas sebanyak 19 dan bagian bawah 5 terjadi pada lakilaki,pada perempuan letak lesi bagian atas 15 dan bagian bawah 4. Berdasarkan tingkat kelembaban rendah (panas) letaklesi bagian atas sebanyak 31 dan bagian bawah 8 sedangkan pada kelembaban tinggi (dingin) letak lesi bagian atas 3 danbagian bawah 9.Kesimpulan: Angka kejadian lebih sering terjadi pada usia >46 tahun dengan jenis kelamin laki-laki serta dengantingkat kelembaban rendah (panas)
Copyrights © 2014