Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) merupakan tanaman asli Indonesia yang banyak digunakan sebagai bahan baku obat tradisional dan industri jamu. Temulawak memiliki aroma yang khas dan rasa yang agak pahit sehingga dapat ditutupi dengan menyalutnya dalam sediaan mikrokapsul menggunakan penyalut natrium alginat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan natrium alginat sebagai penyalut yang digunakan terhadap karakteristik fisiko kimia yang meliputi distribusi ukuran partikel, morfologi permukaan partikel, kristalinitas dan analisis termal pada sediaan mikrokapsul ekstrak etanol rimpang temulawak. Mikrokapsul ekstrak etanol rimpang temulawak dibuat dengan perbandingan 1:1, 1:2, 2:1. Analisa distribusi ukuran partikel dengan mikroskop optilab telah memasuki rentang 1-5000 µm, morfologi permukaan zat menghasilkan bentuk yang sferis dan permukaan yang halus, kristalinitas menghasilakan intensitas yang menurun karena ekstrak etanol rimpang temulawak telah tersaluti dalam sediaan mikrokapsul dan analisis termal tidak menghasilkan puncak endotermik tajam karena ekstrak etanol rimpang temulawak telah tersaluti oleh natrium alginat.
Copyrights © 2019