Jurnal Seni Makalangan
Vol 6, No 1 (2019): "Menari dengan Hati-Menandak dengan Rasa"

SUPATA (Tafsir Sumpah Drupadi)

Rd. Siti Ratu Dinda S dan Subayono (Jurusan Seni Tari, Fakultas Seni Pertunjukan, ISBI Bandung Jln. Buahbatu No. 212 Bandung 40265)



Article Info

Publish Date
24 Oct 2019

Abstract

ABSTRAKKarya tari Supata terinspirasi dari sumber cerita Mahabharata pada Parwa Permainan Dadu antara pihak Pandawa dengan Kurawa, mempertaruhkan Dewi Drupadi sebagai jaminannya. Kekalahan pihak Pandawa dalam permainan tersebut, mengakibatkan Dewi Drupadi dihinakan oleh Kurawa; diseret, dijambak, lalu dilucuti pakaiannya. Drupadi pun meluapkan amarahnya dengan mengucapkan sumpah “Sebelum aku mengambil darah dari dada Dursasana dan membasuh rambutku, aku tidak akan mengikat rambutku”. Untuk mewujudkannya menjadi sebuah karya tari, maka digunakan metode penciptaan tradisi dengan langkah-langkah meliputi; penyusunan konsep, proses yang meliputi eksplorasi, evaluasi dan komposisi. Adapun hasilnya adalah sebuah karya dramatari.Kata Kunci: Supata, Permainan Dadu, Dramatari. ABSTRACTSUPATA: Interpretation of Drupadi Oath, June 2018. Supata's dance work was inspired by the source of the Mahabharata story in the Dice Game Parwa between the Pandavas and the Kauravas, risking Dewi Drupadi as collateral. The defeat of the Pandavas in the game, resulting in Dewi Drupadi humiliated by Kurawa; dragged, pulled, then stripped of his clothes. Drupadi also vent his anger by taking the oath "Before I draw blood from Dursasana's chest and wash my hair, I will not tie my hair". To make it into a dance work, the traditional creation method is used with the steps include; conceptualization, a process that includes exploration, evaluation and composition. The result is a dramatic work. Keywords: Oath, the Dice Game, Dramatari.

Copyrights © 2019