Jurnal Seni Makalangan
Vol 6, No 1 (2019): "Menari dengan Hati-Menandak dengan Rasa"

ESTETIKA TARI PADA JENIS KESENIAN BANGRENG DI SUMEDANG

Sopian Hadi dan Lili Suparli (Pascasarjana ISBI Bandung Jln. Buahbatu No. 212 Bandung 40265)



Article Info

Publish Date
24 Oct 2019

Abstract

 ABSTRAKBangreng merupakan salah satu bentuk kesenian yang nota bene berada di dalam genre kesenian rakyat, namun pada penyajiannya memiliki keunikan dan keistimewaan dengan meniru konsep yang terdapat pada kesenian menak, hal itu dapat terindentifikasi dari bentuk-bentuk tari yang disajikan. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menjelaskan tentang estetika tari pada Bangreng yang di dalam pertunjukannya terdapat perpaduan tari rakyat dan tari menak yaitu estetika tari Ketuk Tilu dan tari Tayub. Oleh karena itu, teori yang digunakan adalah teori estetika instrumental dengan metode deskriptif analisis. Adapun hasil dari penelitian ini adalah sebuah konsep “Nayub dina Bangreng” yang di dalamnya terdapat Ibing Nyerimpi, Ibing Patokan, Tayub Rakyat, dan Tayub Balandongan.Kata Kunci: Bangreng, Estetika Tari, Ketuk Tilu, Tayub. ABSTRACTEsthetic Dance In Bangreng Arts In Sumedang, June 2018. Bangreng is one form of art in the genre of folk art, but in its presentation has a uniqueness and privilege by imitating the concepts contained in the art of frightening, it can be identified from the dance forms presented. This qualitative research aims to explain the dance aesthetics of Bangreng where in the show there is a fusion of folk dance and scary dance namely the aesthetics of the Ketuk Tilu dance and Tayub dance. Therefore, the theory used is instrumental aesthetic theory with descriptive analysis method. The result of this research is a concept of "Nayub dina Bangreng" in which there are Ibing Nyerimpi, Ibing Benchmark, Tayub Rakyat, and Tayub Balandongan.                                                            Keywords: Bangreng, Dance Aesthetics, Ketuk Tilu, Tayub.

Copyrights © 2019