ABSTRAKIbing Saka adalah salah satu repertoar yang dalam studi sejarah seni rakyat dapat ditemukan sejak awal perkembangan seni Tayub. Pada repertoar Ibing Saka, refleks dan improvisasi dibutuhkan pengendang dalam "dialog", "melayani" seorang penari-bajidor. Sehubungan dengan hal itu, istilah "gaya namin” diakui sebagai salah satu pengendang paling kuat. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah me-nemukan nilai kreativitas Namin dalam Bajidoran-Jaipongan yang dipengaruhi oleh kesenian Tayub dalam Ibing Saka. Penelitian kualitatif ini menggunakan teori kreativitas dengan metode deskriptif analisis. Adapun hasilnya adalah ternyata dalam Ibing Saka memiliki nilai-nilai kebaruan, kreativitas dan kemajuan. Hal ini ada hubungannya antara kepribadian Namin dengan Tayub sebagai cikal bakal "gaya namin" di Jaipongan-Bajidoran.Kata Kunci: Ibing Saka, Namin, Pencugan, Jaipongan-Bajidoran.  ABSTRACTSaka Ibing Namin's Creativity In Bajidoran, June 2018. Ibing Saka is one of the repertoires that in the study of the history of folk art can be found since the early development of Tayub's art. In Ibing Saka's repertoire, reflexes and improvisation are needed to hold in "dialogue", "serve" a dancer-bajidor. In this connection, the term "style of namin" is recognized as one of the most powerful drivers. Therefore, the aim of this research is to find the value of Namin's creativity in Bajidoran-Jaipongan which is influenced by Tayub's art in Ibing Saka. This qualitative research uses the theory of creativity with descriptive analysis methods. The result is that in fact Ibing Saka has the values of novelty, creativity and progress. This has something to do between Namin's personality and Tayub as the forerunner to the "style of namin" in Jaipongan-Bajidoran.Keywords: Ibing Saka, Namin, Pencugan, Jaipongan-Bajidoran.
Copyrights © 2019