Tedak adalah tato khas suku Dayak yang ditafsirkan sebagai budaya sakral dan memiliki ritual khusus sebelum proses pembuatannya. Budaya didefinisikan sebagai urutan pengetahuan, pengalaman, kepercayaan, nilai, sikap, makna dan warisan dari generasi ke generasi, melalui individu dan kelompok. Budaya Tedak diwariskan dari generasi ke generasi. Di era modern, Tedak tidak lagi dianggap sebagai sesuatu yang sakral dan telah digunakan sebagai komunikasi non verbal kepada orang lain dan lingkungan. Tedak juga digunakan sebagai sarana ekspresi, penghidupan dan pembentukan identitas. Dari fenomena diatas penulis bermaksud mendeskripsikan Tedak sebagai ungkapan diri, menggunakan metode kualitatif fenomenologi. Penulis berusaha untuk mengetahui bagaimana Tedak sebagai ungkapan diri. Hasil pengamatan dalam penelitian ini adalah perubahan Tedak yang dalam aspek motif, fungsi, sifat, dan alat yang digunakan. Dalam gaya hidup modern dan kecanggihan teknologi, seniman tato tidak mengubah teknik membuat tato. Seniman tato berusaha memberikan jasa tato menggunakan alat tradisional sebagai budaya lokal agar tidak punah.
Copyrights © 2017