Keluarga berencana merupakan program pemerintah di Indonesia yang masih menjadi polemik. Kota Tangerang menjadi peringkat kelima pengguna implant di kota/kabupaten di provinsi Banten. Salah satu cara untuk meningkatkan pemilihan kontrasepsi implant yaitu memberikan konseling dengan menggunakan ABPK untuk membantu pasien dalam proses pengambilan keputusan sehingga pasien lebih mudah untuk menentukan metode Keluarga Berencana (KB) yang paling tepat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh konseling menggunakan alat bantu pengambilan keputusan (ABPK) terhadap pemilihan kontrasepsi implant. Sampel penelitian yang digunakan sebanyak 104 orang dengan teknik total sampling. Metode yang digunakan quasi eksperimen intack group comparison. Pengumpulan data menggunakan instrument penelitian berupa lembar ceklist. Teknik Analisa data yang digunakan adalah uji Ttidak berpasangan, dengan Teknik pengambilan sampel total sampling hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada pengaruh konseling mengunakan ABPK terhadap pemilihan kontrasepsi implant dimana (P value =0.092>0,05). Dalam meningkatkan kualitas pelayanan KB, hendaknya petugas kesehatan khususnya bidan memberikan konseling KB dengan menggunakan ABPK sehingga dapat memberikan kemudahan kepada klien dalam menentukan pemilihan kontrasepsi yang sesuai.
Copyrights © 2019