Kondisi tanah berlapis menjadi salahsatu permasalahan dalam melakukan perencanaan,seperti pada kasus pembangunan pabrik kelapa sawit yang terletak pada KecamatanSubah Kabupaten Sambas Kalimantan Timur. Pabrik ini akan membangun tangki minyakkelapa sawit dengan pondasi tiang pancang. pondasi tiang pancang tersebut dudukpada jenis tanah yang berlapis, yaitu tanah Clayey Silt (tanah lunak) dengankonsistensi Medium to Hard dan Sandy Gravel dengan konsistensi Dense to VerryDense. Akibat Tanah berlapis pondasi dikawatirkan terjadi kemiringan strukturtangki akibat diferential settlement yang menyebabkan kegagalan struktur, untukmengetahui apakah pondasi pada pembangunan pabrik kelapa sawit itu gagal kemudiandianalisa dengan cara memodelkan sesuai dengan kondisi aslinya (tanpa sirtu), danmodel berikutnya yaitu dengan menambahkan sirtu sedalam 1 m di bawah raft. Hasilanalisis menunjukkan bahwa pondasi tangki akibat differential settlement terjadi padakedua model tetapi kondisinya masih menenuhi syarat ijin. Pada penelitian inipenambahan sirtu mengakibatkan bertambahnya settlement sebesar 2.61% karena sirtudianggap beban tambahan pada pondasi.
Copyrights © 2017