Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan)
Vol 4 No 1 (2017): April

HUBUNGAN TEMPERATUR/SUHU TUBUH, TEKANAN DARAH TERHADAP TEKANAN INTRA KRANIAL (TIK) PADA KLIEN STROKE HEMORAGIK DI RSU KABUPATENTANGERANG

Sunardi Sunardi (Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Banten)



Article Info

Publish Date
30 Apr 2017

Abstract

Peningkatan Tekanan Intrakranial (TIK) merupakan kedaruratan yang harus diatasi dengan segera. Fenomena sekunder disebabkan gangguan sirkulasi, edema cerebral hingga menyebabkan kematian. Beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya TIK, adalah jaringan otak, darah dan cairan serebrospinal (CSF), faktor lain diantaranya tekanan arteri, tekanan vena, tekanan intraabdominal & thorak, suhu tubuh dan gas darah, (Kostic et al, 2011). Perubahan TIK lebih banyak dipengaruhi oleh sirkulasi serebral atau cerebral blood flow (CBF), menurut Patria et al, (2006). rata-rata bila terjadi peningkatan pCO2 1 (satu) mmHg dimungkinkan terjadi peningkatan darah 1-2 cc pada cerebral blood flow, ini akan terjadi perubahan peningkatan volume darah di otak hingga menyebabkan peningkatan TIK. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan suhu tubuh, tekanan darah terhadap adanya perubahan intrakranial pada klien stroke hemoragik. Design penelitian adalah korelasi dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan November – Desember 2016 di RSU Kabupaten Tangerang dengan populasi penelitian adalah Klien stroke hemoragik yang dirawat di RSU Kabupaten Tangerang, sampel yang memenuhi kriteria sebanyak 14 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa suhu tubuh tidak mempengaruhi perubahan tekanan intrakranial pada klien stroke hemoragik dengan nilai p : 0,123 (α = 0,05), sedangkan tekanan darah sistolik berhubungan dengan terjadinya peningkatan tekanan intrakranial pada pasien stroke hemoragik dengan nilai p sebesar 0,005 (α = 0,05), tekanan diastolik tidak berhubungan dengan terjadinya peningkatan tekanan intrakranial pada pasien stroke hemoragik di RSU Kabupaten Tanggerang dengan nilai p : 0,240 (α = 0,05). Hasil ini merekomendasikan pentingnya observasi atau pemantauan terhadap perubahan TIK, sehingga dapat dideteksi adanya perubahan TIK.

Copyrights © 2017