Pemanfaatan teknologi hasil litbang oleh Direktorat Teknis masih berkisar 80%, sedangkan untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur PUPR di lapangan dibutuhkan pemanfaatan hasil litbang yang lebih tinggi. Untuk itu Tahun 2017 Balai Litbang Penerapan Teknologi Sumber Daya Air melakukan penerapan teknologi litbang melalui replikasi perdana teknologi yang telah siap diterapkan dan teruji di lapangan. Teknologi Replikasi Perdana yang diterapkan adalah Teknologi Ferosemen, Teknologi Irigasi Perpipaan dan Teknologi Pemecah Gelombang Ambang Rendah (PEGAR). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan evaluasi kinerja teknologi hasil replikasi perdana serta menyusun rekomendasi kebijakan untuk penerapan teknologi hasil litbang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif di mana data primer dan data sekunder dikumpulkan kemudian dianalisis, dengan melihat rata-rata nilai dari data kriteria dan kondisi eksiting dengan menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA). Hasil analisis evaluasi kinerja teknologi Ferosmen, untuk aspek kelembagaan memiliki nilai yang baik sebesar 143.71 dan aspek sarana memiliki nilai yang kurang baik sebesar 70.59. Sedangkan analisis evaluasi kinerja teknologi Perpiapaan, untuk aspek usaha tani memiliki nilai baik sebesar 116.73 sedangkan aspek sarana memiliki nilai yang kurang baik sebesar 51.88. Serta analisis evaluasi teknologi PEGAR Karung Geotekstil Rangka Bambu, untuk aspek Kondisi Bangunan memiliki nilai baik sebesar 108.07 sedangkan aspek sarana memiliki nilai yang kurang baik sebesar 50.47.
Copyrights © 2019