Efektivitas pembangunan jalan tidak hanya diukur dari terbangunnya jalan (output), namun juga bagaimana jalan tersebut telah berfungsi secara baik (outcome). Sehingga evaluasi terhadap capaian outcome penting untuk dilakukan. Artikel ini membahas pengukuran outcome yang dilakukan di Jalan Lingkar Ambarawa dan Jalan Akses Bandara Internasional Lombok. Hasil pengukuran menunjukkan capaian outcome pembangunan jalan untuk ruas Jalan Lingkar Ambarawa adalah 82,2%, dan 67,5% untuk Jalan Akses Bandara Internasional Lombok. Faktor perilaku pengendara menjadi indikator dengan capaian outcome terendah untuk dua lokasi yaitu nol. Sementara faktor lain dengan nilai nol adalah belum adanya sertifikasi laik fungsi jalan untuk Jalan Akses Bandara Internasional Lombok. Untuk mengatasi faktor perilaku ini memerlukan koordinasi intensif antara Kementerian PUPR sebagai penyelenggara pembangunan jalan, Kementerian/Dinas Perhubungan terkait lalu lintas, dan Kepolisian terkait penegekan hukum.
Copyrights © 2017