Teori penengah lintas budaya, membuktikan bahwa konflik disebabkan oleh polarisasi yang terus terjadi, serta ketidakpercayaan dan permusuhan di antara kelompok yang berbeda dalam suatu masyarakat. Sasaran yang ingin dicapai oleh teori iniĀ adalah perlunya menambah pengetahuan pihakpihak yang berkonflik mengenai budaya pihak lain, komunikasi terbuka, menghilangkan etnosentrisme, menjauhi prasangka, mengurangi stereotip negatif yang mereka miliki mengenai pihak lain, serta meningkatkan keefektifan komunikasi antarbudaya. Teori ini dihasilkan dari temuan pada penelitian mikro induktif tentang pengalaman komunikasi antarbudaya di salah satu wilayah Indonesia dan dipadukan dengan berbagai temuan penelitian dengan tema yang sama diberbagai wilayah Indonesia, dalam membangun sinergi nilai budaya, dalam konteks multi etnis.
Copyrights © 2009