Secara historis, kehadiran dan keberadaan Muhammadiyah sebagai gerakanpembaharuan adalah merupan konsekuensi logis dari kondisi internal umat Islam padawaktu itu, baik sebagai matarantai dari kebangkitan dunia Islam, maupun sebagaijawaban terhadap kejumudan akibat taqlid buta dan penderitaan yang dihadapi umatakibat penjajahan Barat. Berdasarkan hal tersebut, maka formulasi pembaharuanMuhammadiyah yang paling relevan waktu itu adalah berbentuk pemurnian aqidah dariunsur-unsur syirik, khurafat dan takhayul, serta membersihkan ibadah dari hal-hal yangbersifat bid’ah dan mengeluarkan umat Islam dari khilafiah sehingga pengamalan ibadahmahdhah mengikuti dan mentauladini cara-cara ibadah yang dituntunkan dan diamalkanRasulullah SAW. Sedangkan pembaharuan dalam aspek mu’amalah dilakukan secaratindakan-tindakan yang praktis (tajdid al-amali).Dalam menyikapi kemajuan dunia kontemporer akibat perkembangan ilmu danteknologi modern, terlihat beberapa hasil pembaharuan pemikiran Muhammadiyah masalalu dipandang sudah ketinggalan zaman, sehingga organisasi terkesan mengalamistagnasi pemikiran dan terjebak dalam persoalan-persoalan rutinitas belaka. Gunamengembalikan vitalitas Muhammadiyah pada posisi semula, sudah seharusnya dilakukanreformulasi konseptual terhadap hasil pembaharuan pemikiran masa lalu, sehinggaMuhammadiyah tidak hanya berbicara seputar masalah pemurnian dan amal usaha, lebihdri itu perlu pula dikembangkan pembaharuan pemikiran yang lebih sesuai dengan esensiIslam sebagai pembawa rahmatan li al-alamin dan relevan dengan tuntutanperkembangan ilmu dan teknologi moderen, sehingga harapan baru, Islam berkemajuandan mencerahkan dapat terwujud secara nya
Copyrights © 2017