Abstrak: Paper ini mengekplorasi tentang perempuan dalam kerangka jaringan radikal global yang mengatasnamakan Islam sebagai basis perjuangannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan sumber data dari media massa maupun media elektronik ( Koran, Televisi, Media Sosial, dan lain-lain). Teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumen. Teknik analisis menggunakan analisis konten. Hasil penelitian menunjukan bahwa, Keterlibatan perempuan dalam gerakan teroris teridentifikasi sejak tahun 1970-an , dimana perempuan menjadi pelaku pengeboman setelah dicuci otaknya oleh teroris lelaki. Faktor yang menyebabkan keterlibatan kaum perempuan, yaitu: 1) sebagai pelarian akibat perlakuan diskriminatif yang menimpanya; 2) alasan kepedulian terhadap ketimpangan yang diderita masyarakat muslim global; 3) kesadaran beragama yang sempit sehingga dengan menjadi pelaku teroris mereka merasa mendapatkan posisi sosial yang setara dengan teroris lelaki dalam berjihad; 4) psikologis yang sedang labil karena ada masalah, dan mereka berselancar di media social, sehingga rentan terjebak menjadi pelaku terror dan; 5) perempuan yang suaminya menjadi teroris dilibatkan pula sebagai teroris. Strategi yang dilakukan kelompok teroris dalam menaklukkan perempuan adalah dengan menikahi mereka, bahkan menikahi mereka melalui Media Sosial yang dihalalkan dan/atau disahkan, agar menurut kehendak suami.
Copyrights © 2018