Riset ini mempunyai misi untuk mengembangkan sebuah model pembelajaran gerak dasarlokomotor untuk siswa SD Kelas VI yang mendukung pembelajaran PAKEM (Produktif Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan) pada sistem pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan di sekolah. Dengan pelaksanaan uji coba dilakukan di SD Negeri 16 dan SD Negeri 19 di Kota Banda Aceh yang merupakan Sekolah Dasar yang berada di Kota Banda Aceh Provinsi Aceh. Penelitian ini merupakan model penelitian dan pengembangan (R & D) sebagaimana yang dikemukakan oleh Borg and Gall, dengan melalui beberapa tahapan penting dalam pengembangan secara garis besar dibagi dalam tiga tahap pengembangan; 1. Tahap identifikasi dan analisis kebutuhan, 2. Tahap pengembangan design dan draft model,3. Tahap pengujian (tinjauan ahli, uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan). Uji coba kelompok kecil dilakukan di SD Negeri 16 terhadap 15 orang siswa, sedangkan uji cobalapangan melibatkan 61 orang siswa dari dua sekolah yakni siswa SD Negeri 19 dan siswaSD. Data diakumulasikan melalui studi dokumentasi, kuesioner dan observasi serta tes dan non tes, yang dianalisis menggunakan deskriptif, kualiatif dan kuantitatif dan uji datadianalisis dengan menggunakan uji t-test. Pada dasarnya pengembangan modelpembelajaran PGDL telah memenuhi kriteria syarat penerapan suatu model seperti:sintaksis (syntax), sistem sosial (social system), prinsip reaksi (principles of reaction), sistem pendukung (support system), serta dampak instruksional dan dampak pengiring (instructional and nurturant effects). Berdasarkan hasil uji efektivitas model, terbukti secara empiris bahwa hasil produk berupa model pembelajaran gerak dasar manipulatif untuk siswa Sekolah Dasar kelas VI memiliki efektivitas yang sangat baik. Hal ini ditunjukkan dengan hasil uji-t pada tahap amatan ulangan terhadap pengembangan model pembelajaran gerak dasar lokomotor (PGDL) dengan indikator melempar, menangkap, menggelinding, menggiring, mengontrol dan menendang ke sasaran dalam bentuk permainan perorangan, berpasangan, beregu dan klasikal dengan level kebenaran yang menujukkan bahwa t-hitung pada kedua tes tersebut lebih besar dari t-tabel. Dengan kata lain, model pembelajaran gerak dasar lokomotor ini efektif untuk menunjang dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan di Sekolah Dasar terutama pada kelas VI.Kata kunci: pengembangan model, syntaks, pembelajaran gerak dasar lokomotor
Copyrights © 2018