PROSIDING: SENI, TEKNOLOGI, DAN MASYARAKAT
No 2 (2017): Seni, Teknologi, dan Masyarakat #2

METODE PENATAAN CAHAYA UNTUK PERGELARAN TARI TRADISI SURAKARTA

suroto (Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta)



Article Info

Publish Date
26 Aug 2019

Abstract

Penelitian yang berjudul METODE PENATAAN CAHAYA UNTUK PERGELARAN TARI TRADISI SURAKARTA bertujuan untuk mengetahui peran dan fungsi tata cahaya dan mencari cara penataan cahaya yang tepat dalam pertunjukan Tari Tradisi Gaya Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan empiris dengan studi lapangan, mengumpulkan data studi kepustakaan, wawancara. Pendekatan yang dilakukan meminjam Metodologi penciptaan seni SP Gustami yang mengupas tiga pilar utama, yaitu eksplorasi, perencanaan, dan perwujudan. Hasil dari pengamatan (hasil rekaman foto/video) dan penilaian pertunjukan tari (secara langsung) bertempat di ruang pendapa menunjukan bahwa dengan penataan cahaya yang tepat diperoleh hasil pertunjukan yang maksimal. Cara penataan yang memiliki hasil lebih baik yaitu selain menggunakan cahaya general digunakan pula penataan lampu kaki dari depan bawah (footlight). Penataan ini mengadopsi dari system yang dipakai gedung proscenium. Cara penataan demikian menghasilkan gerak tarian yang diwakili garis-garis mampu terbaca dengan baik, sehingga karakter tari maupun tokoh dapat tergambar dengan jelas yang akhirnya mampu menyampaikan pesan pada penonton.

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

SemHas

Publisher

Subject

Arts Humanities

Description

Seni, teknologi, dan masyarakat dewasa ini telah menyatu dalam praktik penelitian dan pengabdian masyarakat di perguruan tinggi seni. Tidak ada lagi jarak antara praktik seni dan teknologi, terutama dengan masyarakat. Pemisaha antara disiplin sain dan teknologi dengan sosial, humaniora, dan seni ...