Dalam kaitannya dengan pandangan Foucault tentang arsif dan pernyataan, penulis mencoba melukiskan bagaimana kelong sebagai sebuah dokumen yang merupakan rekaman cerminan kehidupan orang-orang Makassar, baik dalam kehidupan masa lampau maupun dalam kehidupan masa sekarang. Kelong mendapat tempat yang istimewa dalam lubuk jiwa orang Makassar, bahwa segala suka dan duka kehidupan orang Makassar dilukiskan dalam kelong. Kata-kata atau simbol-simbol kebahasaan yang memiliki arti tersendiri, bila diinterpretasi oleh yang membacanya atau kata-kata dan simbol-simbol yang ditemukan itu dapat dimengeti secara langsung oleh siapa saja yang memiliki latar belakang bahasa yang sama dianggapnya juga sebagai sebuah pernyataan.
Copyrights © 2019