Karburising padat merupakan metode karburisasi yang paling sederhana, yaitu menggunakan serbuk arang sebagai penambah unsur karbon. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh proses karburising yang menggunakan bahan baku arang aktif terhadap kekerasan dan keausan baja Bohler EMS 45. Proses Karburasi menggunakan serbuk arang batok kelapa, arang bambu dan arang kayu yang dicampur dengan Barium Carbonat (BaCo3). Proses karburising padat dilakukan pada suhu 900°C, dengan waktu tahan selama 2 jam. Proses pengerasan dilakukan dengan memanaskan ulang benda uji pada suhu 900 °C, holding time 5 menit, kemudian dicelup ke dalam air bersuhu 28°C. Struktur Martensit yang terbentuk diamati dengan mikroskop dan diuji kekerasannya memakai Hardness Vickers dengan beban 500 gram. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa serbuk arang dengan butiran 60 mesh efektif digunakan untuk proses karburising padat pada Baja Bohler EMS-45 sebagai material center dead mesin bubut konvensional. Dengan menggunakan campuran BaCO3 dan waktu tahan karburising selama 5 jam, maka terjadi difusi Karbón hingga kedalaman 1250 μm dan kekerasan permukaan baja meningkat dari kekerasan semula, kekerasan material dasar 171.595 kg/mm², karburasi dengan arang kayu 402.344kg/mm² atau134,47%, karburasi arang bambu 525.510 kg/mm² atau 206,25%, karburasi arang batok kelapa 632.775 kg/mm² atau 268,76%. Sedangkan laju keausan terjadi penurunan, material dasar 0.00003417 gram/mm².s, karburasi arang kayu 0.00000055 gram/mm².s, karburasi arang bambu 0.00000031 gram/mm².s, dan yang terendah arang batok kelapa sebesar 0.00000022 gram/mm².s
Copyrights © 2015