Adaptasi sebagai bentuk reproduksi karya seni dan sastra adalah hal yang sangat umum di Jepang. Manga, produk budaya urban yang telah menjadi salah satu ikon kebudayaan populer Jepangadalah salah satu wahana yang sering diadaptasi ke berbagai wahana lain seperti anime, serial TV, dan pementasan teater. Berbeda wahana maka struktur dan aspek lainnya juga berbeda.Tulisan ini akan membahas perubahan struktural dan estetis yang terjadi pada pementasan drama musikal adaptasi manga Berusaiyu no Bara yang dimainkan oleh kelompok teater wanitaJepang Takaradzuka Revue. Dengan memanfaatkan pendekatan alih wahana, tulisan ini akan mengungkapkan ideologi-ideologi dalam proses pembentukan lakon yang berimbas padapembawaan maskulinitas di dalam pementasan. Analisis menunjukkan bahwa nilai maskulinitas tokoh pada manga Berusaiyu no Bara berbeda dengan adaptasi drama musikalnya. Perubahanstruktural dan estetis yang ada pada pementasan diasumsikan sebagai reaksi Takarazuka Revue pada maskulinitas dan femininitas Jepang yang telah mapan pasca berakhirnya Perang Pasifik.
Copyrights © 2017