Penyakit diare sering menyerang balita dan jika tidak dilakukan penanganan lebih lanjut akan menyebabkan dehidrasi yang mengakibatkan kematian. Banyak faktor risiko yang diduga menyebabkan terjadinya penyakit diare pada balita. Faktor lingkungan yang meliputi sarana air bersih, sanitasi jamban, kondisi rumah, kualitas air minum dan personal hygiene yang buruk dapat menyebabkan terjadinya kasus diare pada balita. Prevalensi diare pada balita di Puskesmas Sering mengalami peningkatan setiap bulannya. Tahun 2017 jumlah kasus diare pada balita usia 1-4 tahun sebanyak 26 kasus, tahun 2018 berjumlah 123 kasus dan menduduki peringkat ke 3 dari 10 penyakit terbesar di Puskesmas Sering. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sanitasi lingkungan dan personal hygiene ibu dengan kejadian diare pada balita di Puskesmas Sering. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain crosssectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara sanitasi lingkungan (p=0,001) dan personal hygiene ibu (p=0,002) dengan kejadian diare pada balita. Disarankan kepada ibu dari anak balita responden untuk selalu menjaga lingkungan dan sadar akan kebersihan tubuh juga makanan.
Copyrights © 2019