Saat ini ikan menjadi salah satu bahan makanan yang banyak dicari dan telah menjadi menu makanansehari-hari masyarakat. Salah satu jenis ikan yang banyak dicari oleh masyarakat adalah ikan Gurame. Budidayaikan Gurame bisa dijadikan salah satu bisnis yang menjanjikan karena memiliki nilai jual yang tinggidibandingkan jenis ikan lainnya. Untuk membudayakan ikan Gurame, kualitas air menjadi faktor yang palingmendukung dalam perkembangan ikan. Banyak ikan yang mati karena kualitas air yang buruk, sehinggaproduksi ikan pun menjadi menurun dan pengusaha mengalami kerugian yang besar. Kualitas air merupakanparameter utama dalam keberhasilan usaha budidaya ikan Gurame. Air dengan kadar keasaman (pH) yangterlalu asam atau basa dapat menyebabkan kegagalan budidaya ikan.Dalam membuat sebuah sistem monitoring kualitas air budidaya di aquarium, sistem ini akan mengambildata nilai parameter kualitas air secara langsung dari hardware yang sudah disiapkan. Nilai yang telah diperoleholeh hardware akan dikirimkan kedalam database dan ditampilkan kedalam website yang sudah disiapkan.Dengan mengimplementasikan metode weighted product untuk menunjukkan kondisi kualitas air diharapkanpembudidaya dapat mengambil tindakan selanjutnya sesuai dengan kondisi air yang telah di prosesmenggunakan metode weighted product.Pengujian dilakukan dengan sensor turbidity sebagai sensor kekeruhan, sensor pH sebagai sensor asam,sensor suhu, dan sensor aliran air, maka pembudidaya Gurame dapat mengetahui tingakat kekeruhan, tingkatkeasaman, suhu dan aliran air yang masuk ke aquarium. Pengujian yang dilakukan dengan sensor turbiditymendapatkan rata rata nilai kesalahan 2.86%. Pengujian sensor pH menghasilkan rata -rata nilai kesalahansebesar 4.2%. Pengujian sensor suhu menghasilkan rata rata nilai kesalahan 3.57%. Pengujian pada metodeweighjted product yang telah dilakukan menghasilkan nilai kesalahan rata-rata sebesar 3.84%.
Copyrights © 2019