Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars
No Seri 2 (2017): AnCoMS 2017: Buku Seri 2

Dialektika Andragogi Dengan Tafsir Tarbawi dan Implikasinya di Perguruan Tinggi Islam

Rosidin Rosidin (Universitas Islam Lamongan)



Article Info

Publish Date
14 May 2017

Abstract

Abstract: Pendidikan orang dewasa (adult learning) semakin krusial di era digital yang menuntut setiap insan menjadi pembelajar mandiri (self-directed learner). Teori pendidikan orang dewasa yang paling populer di tengah masyarakat adalah andragogi, terutama versi Malcolm Knowles. Sebagai buah pemikiran yang merepresentasikan perspektif “ousider” (Barat), andragogi tidak bisa serta merta diadopsi ke dalam pendidikan Islam, karena masih perlu upaya filterisasi (tamyiz) dari perspektif “insider” (Islam) untuk memilah bagian andragogi yang relevan dan yang tidak relevan dengan konteks pendidikan Islam. Oleh sebab itu, teori andragogi versi Knowles perlu “didialogkan” dengan sumber primer pendidikan Islam, yaitu al-Qur’an, sehingga terjadi dialektika antara andragogi dengan al-Qur’an. Catatan pentingnya adalah al-Qur’an tidak hanya dijadikan sebagai justifikasi, melainkan juga dijadikan sebagai informasi awal dan kritik terhadap andragogi dalam bentuk revitalisasi, reinterpretasi dan reformulasi. Pada titik ini, tafsir tarbawi dibutuhkan sebagai representasi pandangan al-Qur’an tentang isu-isu pendidikan. Berdasarkan perspektif teoretis dialektika yang digagas Syahrur, ada lima model dialektika andragogi dan tafsir tarbawi. Pertama, dialektika internal terjadi ketika andragogi dan tafsir tarbawi saling menafikan. Kedua, dialektika eksternal terjadi ketika andragogi dan tafsir tarbawi saling melengkapi. Ketiga, dialektika berlawanan terjadi ketika andragogi dan tafsir tarbawi tidak saling bertegur-sapa. Keempat, dialektika pemikiran terjadi ketika andragogi dan tafsir tarbawi saling mendominasi berdasarkan penilaian rasional-empiris. Kelima, dialektika kejiwaan terjadi ketika andragogi dan tafsir tarbawi saling mendominasi berdasarkan penilaian etis-estetis. Selanjutnya, dialektika andragogi dan tafsir tarbawi yang masih bersifat teoretis-abstrak ini, menghasilkan gagasan keilmuan yang relevan diimplementasikan dalam praktik pendidikan di perguruan tinggi Islam yang memadukan kelebihan andragogi pada aspek epistemologis serta kelebihan tafsir tarbawi pada aspek ontologis dan aksiologis.

Copyrights © 2017






Journal Info

Abbrev

ancoms

Publisher

Subject

Religion Humanities Social Sciences Other

Description

PROCEEDINGS AnCoMS:Publikasi artikel dari hasil konferensi CETAK, dan menggunakan ISBN; Terbitan pertama 2017 dan kedua 2018; artikel yang dionline kan ini bertujuan memudahkan pembaca dan penulis untuk mengakses artikel secara during dan memudahkan untuk di unduh serta disebarkan. Mulai Terbitan Ke ...