AbstrakKata kunci: komunitas belajar, hasil belajar, mata pelajaran IPSDalam proses pembelajaran, sering ditemukan kecenderungan untuk meminimalkanpartisipasi siswa di kelas. Dominasi guru dalam proses pembelajaran menyebabkankecenderungan siswa penjadi lebih pasif. Dalam pelaksanaannya, penilaian prosespembelajaran dari mata pelajaran ilmu sosial adalah membosankan karena monoton danterperinci oleh karena itu siswa kurang antusias, mengakibatkan kurangnya ketertarikanterhadap mata pelajaran tersebut. Setelah mengamati situasi kelas ini, perlu untuk berpikirtentang cara penyajian dan mempelajari suasana kelas. Proses pembelajaran yang tepatdalam mata pelajaran ilmu sosial adalah model berbasis komunitas belajar. Pembelajaranini fokus pada proses dan interaksi dan proses sosial harus menjadi perhatian dalammencapai tujuan pembelajaran. Rumusan Masalah: Berdasarkan latar belakang tersebut,maka masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana Upaya Peningkatan Prestasi BelajarIPS Terpadu Melalui Pendekatan Komunitas Belajar di Kelas VIII SMPN-3 ParenggeanTahun Pelajaran 2016/2017. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas, makatujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Upaya PeningkatanPrestasi Belajar IPS Terpadu Melalui Pendekatan Komunitas Belajar di Kelas VIII SMPN3 Parenggean Tahun Pelajaran 2016/2017.Model pembelajaran berbasis komunitas merupakan konsep pembentukan komunitaskomunitas belajar di sekolah, proses belajar mengajar antara guru dan guru, guru dan siswa,dan bahkan komunitas sekolah dengan masyarakat luar sekolah, sehingga pencapaian siswadapat ditingkatkan.Rancangan penelitian ini didasarkan pada penelitian tindakan kelas (PTK) di SMP,SMPN-3 Parenggean. Penelitian ini menemukan bahwa model berbasis komunitas belajar:1) Hasil pembelajaran kondisi awal IPS Terpadu Kompetensi Dasar mendeskripsikanmelalui pendekatan Komunitas Belajar diperoleh data dimana pada masa prasiklusmencapai rata ? rata 63,33 dan hanya 50 % siswa mencapai nilai 70 atau > 70. Padahalidealnya minimal harus mencapai 100% siswa mendapat 70 atau > 70. 2)Hasil belajar padasiklus I terdapat kenaikan prestasi belajar berupa rata ? rata kelas menjadi 69,89 dansebanyak 65 % siswa memperoleh nilai tuntas. Nilai terendah adalah 50 dan nilai tertinggiadalah 90. 3) Hasil belajar pada siklus II terdapat kenaikan prestasi belajar berupa rata ?rata kelas menjadi 83.3 dan sebanyak 90 % siswa memperoleh nilai tuntas. Nilai terendahadalah 70 dan nilai tertinggi adalah 100. 4) Karena dalam penelitian ini terjadi peningkatanprestasi belajar siswa , maka peneliti berkesimpulan bahwa model pembelajaran komunitasbelajar sangat cocok digunakan dalam pembelajaran IPS Terpadu.
Copyrights © 2017