Seleksi in vitro bisa diterapkan pada berbagai kondisi cekaman abiotik misalnya cekaman terhadap aluminium dengan menggunakan agen seleksi AlCl3. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan lethal concentration 20 (LC20) dan LC50 dalam rangka seleksi in vitro terhadap toksisitas aluminium dengan menggunakan agen seleksi AlCl3. Penelitian terdiri atas empat percobaan yang terpisah, masing-masing menggunakan genotipe Jame-jame, UJ 5, Adira 4, dan Gajah sebagai bahan tanam (eksplan). Percobaan ini disusun berdasarkan rancangan acak lengkap satu faktor. Faktor perlakuan adalah konsentrasi AlCl3 (0, 100, 200, 400, 600 dan 800 mg L-1). Hasil seleksi in vitro menunjukkan bahwa genotipe Jame-jame dan Gajah relatif peka terhadap toksisitas aluminium dibandingkan genotipe Adira 4 dan UJ 5. Hal ini dapat dilihat dari kepekaan kalus genotipe Jame-jame (LC20 = 19,39; LC50 = 236,37) dan Gajah (LC20 = 39,99; LC50 = 289,10) terhadap pemberian AlCl3 dibandingkan kalus genotipe Adira 4 (LC20 = 831,88; LC50 = 2897,10) dan UJ 5 (LC20 dan LC50 belum teridentifikasi hingga konsentrasi maksimum AlCl3).Kata kunci : AlCl3, seleksi in vitro, toksisitas aluminium, ubi kayu
Copyrights © 2016