Biodiesel merupakan bahan bakar terbarukan yang mulai marak digunakan diberbagai sektor. Sebelum digunakan biodiesel umumnya disimpan. Karena memiliki karakteristik khusus biodiesel mengalami perubahan sifat selama penyimpanan, salah satunya perubahan warna. Dalam penelitian ini, biodiesel yang digunakan adalah metal ester yang berbasis minyak sawit. Biodiesel disimpan selama 60 hari pada tanki berbahan gelas untuk dapat melihat perubahan warna yang terjadi. Colorimeter digunakan untuk menunjukkan perubahan warna, yang dipantau setiap 15 hari. Selain itu parameter sifat biodiesel yang juga diamati adalah angka asam dan angka peroksida. Zat aditif yang berperan sebagai antioksidan jenis Tersier Butil Hidroksi Quinolin (TBHQ) ditambahkan dalam setiap sampel biodiesel dan campuran biodiesel-minyak solar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan antioksidan pada sampel biodiesel yang disimpan diruangan yang terpapar cahaya berpengaruh signifikan terhadap perubahan warna. Penyimpanan pada kondisi suhu diatas temperatur ambient lebih mempercepat terjadinya degradasi menyebabkan terjadinya penurunan kualitas biodiesel.
Copyrights © 2019