Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan atau persamaan hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan pola interaksi multi arah dengan hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan pola interaksi multi arah. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode penelitian kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif dalam penelitian ini mengunakan penelitian komparatif. Penelitian komparatif digunakan untuk menguji perbedaan atau persamaan dari dua variabel yang diteliti. Variabel-variabel dalam penelitian komparatif terpisah dimana anggota sampel yang satu tidak menjadi anggota pada sampel lainnya. Hasil yang diperoleh pada saat penelitian menunjukkan bahwa siswa memerlukan lebih banyak pengawasan pada penerapan pola interaksi multi arah dibandingkan dengan penerapan pola interaksi multi arah. Pengelompokan murid pada pola interaksi multi arah memungkinkan siswa lebih banyak interaksi dan dikhawatirkan mereka melakukan tindakan diluar materi pelajaran. Kemampuan guru dalam mengolah kelas sangat dibutuhkan agar siswa dapat berinteraksi sesuai yang diharapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan hasil belajar matematika siswa yang diajar menggunakan pola interaksi multi arah berbeda dengan hasil belajar matematika siswa yang diajar menggunakan pola interaksi dua arah. Perbedaan dibuktikan melalui uji hipotesis kesamaan dua rata-rata. Perbedaan hasil belajar matematika siswa merupakan dampak dari perbedaan perlakuan yang diberikan. Nilai rata-rata siswa yang diajar mengunakan pola interaksi multi arah berbeda dari nilai rata-rata siswa yang diajar menggunakan pola interaksi dua arah.
Copyrights © 2018