Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan komunikasi dan motivasi siswa dan peningkatannya selama menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe (TSTS). Instrumen yang digunakan adalah perangkat pembelajaran, angket komunikasi dan angket motivasi belajar, tes hasil belajar, serta lembar observasi. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas (Class room action resert) yang dilaksanakan di SMP Neg 8 Palopo. Subyek penelitian adalah seluruh siswa kelas VII.9 yang berjumlah 32 orang. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilaksanakan dalam 3 siklus maka di peroleh hasil penelitian:(1) Hasil analisis kuantitatif untuk tes awal, rata- rata kemampuan siswa sebelum diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe (TSTS) adalah 54,492, dengan persentase ketuntasan 2,26%, berada pada kategori kurang. Hasil analisis kuantitatif untuk tes akhir siklus 1, rata- rata kemampuan siswa setelah diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe (TSTS) adalah 56,64 dengan persentase ketuntasan 15,625% (2) Hasil analisis kuantitatif untuk tes kemampuan komunikasi matematis siswa di siklus 2 rata-rata kemampuan siswa 64,843 dengan persentase ketuntasan 28,125% menunjukkan bahwa kemampuan siswa berada dalam kategori sedang (3) Hasil analisis kuantitatif untuk tes kemampuan komunikasi matematis siswa di siklus 3 rata-rata kemampuan siswa 73,632 dengan persentase ketuntasan 81,25% hal ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa mengalami peningkatan dan berada pada kategori tinggi. Adapun hasil angket motivasi belajar 62,5% siswa setuju dan hasil angket komunikasi matematis 68,75%.
Copyrights © 2018