Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari

REVIEW MODIFIKASI KELARUTAN PIROKSIKAM

Ayudyah Islami (Departemen Farmasetika dan Teknologi Farmasi, Universitas Padjadjaran, Jatinangor)
Iyan Sopyan (Departemen Farmasetika dan Teknologi Farmasi, Universitas Padjadjaran, Jatinangor)
Dolih Gozali (Departemen Farmasetika dan Teknologi Farmasi, Universitas Padjadjaran, Jatinangor)
Hairunnisa Hairunnisa (Departemen Farmasetika dan Teknologi Farmasi, Universitas Padjadjaran, Jatinangor)



Article Info

Publish Date
07 Feb 2020

Abstract

Piroksikam, merupakan golongan NSAID, digunakan pada rheumatoid arthritis dan osteoarthritis untuk mengurangi rasa sakit. Waktu paruh piroksikam adalah 24 hingga 48 jam. Berdasarkan Biopharmaceutical Classification System (BCS), piroksikam termasuk dalam kelas II yang memiliki kelarutan air rendah, titik lelehnya 190-200oC, nilai log P 3,06, nilai pKa 6,3, dan Vd 0,14 L / kg. Kelarutan piroksikam ditentukan oleh tingkat ionisasi. Ketika pH diperoleh melalui pKa, terjadi peningkatan kelarutan dan disolusi. Oleh karena itu, modifikasi piroksikam dengan dispersi padat dan teknik kristristalisasi diharapkan dapat meningkatkan kelarutan piroksikam dan memfasilitasi formulasi piroksikam menjadi bentuk sediaan yang efektif. Namun, setiap modifikasi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing yang dapat dipertimbangkan ketika merancang piroksikam menjadi bentuk sediaan. Kata kunci: kokristal, dispersi padat, piroksikam, kelarutan, disolusi

Copyrights © 2020