Pecking Order Theory merupakan suatu model struktur pendanaan dalam Manajemen Keuangan dimana struktur pendanaan suatu perusahaan mengikuti suatu hirarki dimulai dari sumber dana termurah, dana internal hingga saham sebagai sumber terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perilaku pendanaan perusahaan yang terdaftar dibursa efek Jakarta. Penelitian dilakukan terhadap 50 perusahaan yang terpilih dari seluruh industri. Pengujian dilakukan dengan regressi linear, dalam konteks data Emiten di BEJ pada periode 1994-1995. Model hasil regresinya adalah ∆Dit = 69590.5434 + 0.3386 (deficit [1]) (1994) dan ∆Dit = 89713.7177 + 0.4341 (deficit [1]) (1995). Kedua model ini mengindikasikan adanya hubungan positif antara kebutuhan dana perusahaan yang diwakili oleh (deficit [1]) dan sumber dana jangka panjang ∆Dit ditambah adanya beberapa bukti empiris mengarahkan pada suatu kesimpulan bahwa Perilaku pendanaan emiten di BEJ periode 1994-1995 mengikuti suatu pola hirarki yang dikenal dengan nama The Pecking Order Hypothesis. Perilaku pendanaan yang dilakukan oleh perusahaan di Indonesia dapat dijelaskan melalui Model Pecking Order. Hasil penelitian ini adalah konsisten dengan apa yang dihasilkan oleh Shyam-Sunder and Myes (1992) dan Allen and Clissold (1995).
Copyrights © 2013