Ketidakefisienan pemerintah dalam menghimpun cadangan domestik membuatpemerintah mengambil utang luar negeri sebagai Refinancing sekaligus alternatif penutupdefisit anggaran APBN. Utang luar negeri Indonesia (Pemerintah & Bank Sentral) terusmeningkat dalam 14 tahun terakhir, diikuti neraca transaksi berjalan yang fluktuatif sertakondisi tren positif pada dividen BUMN dan cadangan devisa negara. Tujuan penelitianini adalah untuk mengetahui pengaruh variabel terikat yang meliputi neraca transaksiberjalan (Current Account), dividen BUMN dan cadangan devisa negara terhadap utangluar negeri Indonesia (Pemerintah & Bank Sentral) tahun 2005-2018 baik secara parsialmaupun simultan. Metode analisis data menggunakan analisis regresi linear bergandadengan model OLS (Ordinary Least Square). Data sekunder dihimpun melalui dokumenyang diterbitkan oleh Bank Indonesia (BI), Kementerian Keuangan (Kemenkeu),Kementerian BUMN, Bappenas dan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam kurun waktu2005-2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cadangan devisa negara berpengaruhsignifikan terhadap utang luar negeri Indonesia. Sedangkan variabel neraca transaksiberjalan (Current Account) dan dividen BUMN tidak berpengaruh signifikan terhadaputang luar negeri Indonesia. Secara bersama-sama variabel neraca transaksi berjalan(Current Account), dividen BUMN dan cadangan devisa negara berpengaruh secarasignifikan terhadap utang luar negeri Indonesia (Pemerintah & Bank Sentral) tahun 2005-2018.
Copyrights © 2020