Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI)
Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Hortikultura Indonesia

Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Tempuyung (Sonchus arvensis L.) dengan Komposisi Media Tanam yang Berbeda

Denti Dewi Gatari (Unknown)
Maya Melati (Unknown)



Article Info

Publish Date
13 Aug 2015

Abstract

ABSTRACTSowthistle  is one of wild medicinal plants.  Sowthistle  can be planted in the pot, polybag or land with mix of organic material or sand with lime. The objective of this research was to determine the effect of media composition on the growth and production of  sowthistle  (Sonchus  arvensis  L.). The experiment  was  arranged  in  a  randomized  complete  block  design  with one  factor,  three treatments and three replications. The treatments were 8 kg soil, 7.5 kg soil + 0.5 kg cow manure, 7 kg soil + 0.5 kg  cow manure  + 0.5 kg rice hull  charcoal  polybag-1. The three treatments used lime with the rate of 10 g polybag-1. Media composition as control  was  7 kg soil + 0.5 kg cow manure + 0.5  kg  rice  hull  charcoal  without  lime.  Every  treatment consisted  of  10  plants.  The  results  of experiment  showed  that  unaffected by  composition  did  not  the  growth  and  yield  component  of sowthistle media.  Compared  to  treatment  without  lime,  fresh  weight  of  root  at  5 MST  with  the application of cow manure was significantly smaller.Keywords: cow manure, lime, rice hull charcoalABSTRAKTempuyung  merupakan  salah  satu  tanaman  obat  yang  tumbuh  liar.  Budi daya  tempuyung dapat  dilakukan  di  dalam  pot,  polybag,  atau  lahan dengan  menggunakan  bahan  organik  yang dicampur  dengan  puing bangunan atau  pasir  serta  batu  yang  diberi  banyak  kapur.  Penelitian  ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh komposisi media tanam  terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman  tempuyung  (Sonchus  arvensis  L.).  Percobaan  ini menggunakan  rancangan  kelompok lengkap teracak (RKLT) faktor tunggal, tiga taraf dan tiga perlakuan yaitu 8 kg tanah, 7.5 kg tanah + 0.5 kg pupuk kandang sapi, 7 kg tanah + 0.5 kg pupuk kandang sapi + 0.5 kg arang sekam polybag-1. Ketiga  perlakuan  menggunakan  dosis  kapur  10  g  polybag-1. Komposisi  media  tanam  sebagai pembanding  adalah  7  kg  tanah  +  0.5 kg pupuk  kandang  sapi  +  0.5  kg  arang  sekam  tanpa  kapur. Setiap perlakuan terdiri  atas  10  tanaman  dan  diulang  sebanyak  tiga  kali.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media tanam tidak mempengaruhi peubah vegetatif  dan komponen hasil tanaman tempuyung. Bobot basah akar pada umur 5 MST dengan penambahan pupuk  kandang sapi nyata lebih kecil dibandingkan dengan perlakuan tanpa kapur.Kata kunci: arang sekam, kapur, pupuk kandang sapi

Copyrights © 2014






Journal Info

Abbrev

jhi

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) merupakan media untuk publikasi tulisan ilmiah dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris yang berkaitan dengan berbagai aspek dalam bidang hortikultura. Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) terbit tiga kali setahun (April, Agustus, dan ...