Resital: Jurnal Seni Pertunjukan (Journal of Performing Arts)
Vol 12, No 2 (2011): Desember 2011

Pertunjukan Wayang Topeng Pedalangan Yogyakarta

Sumaryono Sumaryono (Prodi Seni Tari ISI Yogyakarta, Jalan Parangtritis Km. 6,5 Sewon, Yogyakarta, Tlp. 0274-375380)



Article Info

Publish Date
02 Dec 2011

Abstract

Wayang topeng pedhalangan Yogyakarta pada tulisan ini dikaji dari berbagai unsur seni, serta tata hubungan antarunsur seni di dalamnya. Unsur-unsur seni tersebut meliputi seni gaya, topeng karawitan, lakon, dalang, tata busanatari, gaya tari dan tempat pementasan. Dalam seni pertunjukan, wayang topeng pedhalangan merupakan perwujudan aspek-aspek yang saling terpadu dan menghasilkan suatu seni pertunjukan yang memiliki ciri-ciri tertentu yang khas yang menyangkut bentuk dan gaya pementasan. Suasana keakraban dengan penonton merupakan ciri khas dari pertunjukan sebagai representasi seni pertunjukan rakyat. Seni pertunjukan topeng pedhalangan Yogyakarta dianalisis berdasarkan teks dan konteksnya sehingga dapat dipahami makna yang tersirat dari pertunjukan tersebut sekaligus dapat dipahami konteks sosial budaya dari lingkungan seni pertunjukan ini. Diharapkan melalui kajiansecara multilapis ini didapat pemahaman yang lebih mendalam mengenai seni tradisional kerakyatan di wilayah Yogyakarta ini.Kata kunci: Wayang topeng pedhalangan, gaya pementasan, analisis tekstualABSTRACTYogyakarta Mask Puppetry Dance Performance. The paper examines Yogyakarta mask puppetry in various art elements, and the relationship among those elements. The elements include style, karawitan mask, play, puppet master, costume, dance style and stage. In performances, mask puppetry represents the intertwined elements producing an artperformance with typical characteristics. The typical characteristics concern with the performance form and style. Intimacy with the audience is the hallmark of the performance and the representation of folk performing arts. Yogyakarta mask puppetry performing arts was analyzed based on its text and context so as to understand the implied meaning of theperformance as well as to understand the sociocultural context of the performing arts. It is expected that this multi-layeredstudy of Yogyakarta mask puppetry gives a deeper understanding on the topic discussed.Key words: mask puppetry, staging style, textual analysis

Copyrights © 2011






Journal Info

Abbrev

resital

Publisher

Subject

Arts Humanities

Description

Resital : Jurnal Seni Pertunjukan merupakan jurnal ilmiah berkala yang ditujukan untuk mempublikasikan karya ilmiah hasil penelitian, pengembangan, dan studi pustaka di bidang seni pertunjukan. Jurnal Resital pertama kali terbit bulan Juni 2005 sebagai perubahan nama dari Jurnal IDEA yang terbit ...