Konsumsi oksigen spesifik dari ikan hias jenis Cichlasoma nigrofasciatum diukur pada anak ikan berumur 34 sampai 60 hari dengan menggunakan oksimeter (Dragerwerk/Lubeck Germany). Pengukuran dilakukan pada dua kondisi suhu yang berbeda, masing-masing adalah pada suhu ruangan (22,3 ± OS C dan 24,0 ± 1.0'C) dan pada suhu konstan (23 ± OSC dan 28±O,S''C) yang diatur dengan termostat pada bak air. Hasil menunjukkan bahwa konsumsi oksigen spesifik pada suhu 22,3'C adalah 0,395± 0,101 mg en h-1 g-l, pada 23,O'C adalah 0,56O± 0,065 mg 02 h-1g-1, pada 24.0·C adalah 0,489 ± 0,112 mg en h-1 g-l, dan pada 28,O'C adalah 0,712±O,084 mg en h-1g-1. Vji t-test menunjukkan perbedaan nyata antam nilai-nilai tersebut (p < 0,05 dan p < 0,01), kecuali pada hasil pengukuran an tam suhu 23,O'C dan 24,0·C. Data menunjukkan bahwa konsumsi oksigen cenderung meningkat dengan naiknya suhu. Tidak ada hubungan nyata antam konsumsi oksigen dengan ukuran atau umur ikan yang diukur pada suhu 22,3'C, 23,O'C dan 24,O'C. Akan tetapi, korelasi positif (r=0,877) terlihat antara konsumsi oksigen dan bemt ikan pada suhu 28,0·C.Laju metabolisme menurun dengan semakin rendahnya tekanan oksigen. Tekanan oksigen kritis bagi anak ikan ini adalah sekitar 9,3 kPa.Kata-kata kunci :konsumsi oksigen spesifik, oksimeter, tekanan oksigen kritis, indirect calorimetry, Cichlasoma nigrofasciatum.
Copyrights © 1994