Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia
Vol. 3 No. 2 (1995): Desember 1995

Kebutuhan Asam Lemak Esensial Untuk Perkembangan Induk Ikan Lele , Clarias Batrachus Linn.

I Mokoginta (Unknown)
D S Moeljohardjo (Unknown)
T Takeuchi (Unknown)
K Sumawidjaja (Unknown)
D Fardiaz (Unknown)



Article Info

Publish Date
13 May 2016

Abstract

Induk ikan lele (Clarios batraclllls Linn.) diberi makanan percobaan selama sembilan bulan. Ada lima macam makanan percobaan dengan kadar asam lemak 0)6 dan w3 yang berbeda. Induk yang sudah matang gonad dipijahkan dan telumya ditetaskan. Perbandingan bobot telurlbobot badan dan ukuran telur sarna antar perJakuan (P>0,05). Namun, induk yang mendapatkan makanan berkadar asam lemak 0)6 dan 0)3yang rendah dalam makanannya menghasilkan telur dengan derajat tetas telur yang rendah (49,3%). Derajat tetas telur meningkat apabila kadar asam lemak OJ6 dan 0)3 dinaikkan (perlakuan D 82,3%; E 80,7%; P<0,05). Derajat tetas telur menurun kembali apabila penambahan asam lemak 0)6 dan OJ3 dalam makanan induk terlalu tinggi (perlakuan B 74,0%; C 74,4%; P<0,05). Persentase larva abnormal yang dihasilkan oleh induk yang defisiensi akan asam lemak esensial juga lebih tinggi dari induk yang mendapatkan makanan yang mengandung asam lemak esensial yang cukup. Konversi makanan, dan persentase telur yang dibuahi oleh spermatozoa ikan jan tan antara perJakuan adalah sarna (P>0,05).Kata-kata kunci: ikan lele (Clarias batrachus Linn.), asam lemak esensial, reproduksi.

Copyrights © 1995