Sebagai rumah sakit jiwa terbesar di Yogyakarta, Rumah sakit jiwa Grhasia Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi rujukan utama penanganan gangguan kejiwaan untuk memperoleh perawatan dan rehabilitasi penderita gangguan jiwa. Kebutuhan akan rumah sakit jiwa yang cenderung meningkat, menuntut rumah sakit jiwa Grhasia Daerah Istimewa Yogyakarta untuk terus meningkatkan kualitas dari segi fasilitas maupun pelayanan. Interior sebagai salah satu pendukung dalam meningkatkan kualitas rumah sakit, menjadikannyapenting untuk mendapatkan perhatian khusus pada perancangannya. Perancangan interior rumah sakit jiwa Grhasia Daerah Istimewa Yogyakarta ini meliputi bangsal Bima (ICU), bangsal Arimbi (bangsal inap VIP, klas 1 dan 2) dan bangsalShinta ( bangsal inap klas 3). Mengambil tema ”Memori” dengan gaya postmodern, yaitu dimana dalam penerapan desain pada interior mampu membantu proses penyembuhan melalui keamanan, kenyamanan, suasana, dan pengalaman yang dimunculkan kembali tidak jauh dari keseharian manusianormal.Kata Kunci : perancangan, interior, Rumah Sakit Jiwa Grhasia Daerah Istimewa Yogyakarta, postmodern.
Copyrights © 0000