Pemaafan merupakan salah satu perilaku positif yang dianjurkan serta diajarkan oleh agama dan budaya. Perkataan maaf dan memaafkan seringkali didengar menjadi sebatas kata tanpa makna, sehingga pemberian maaf tersebut tidak diikuti dengan perbuatan dan hubungan yang kembali membaik antara orang yang menyakiti dan orang yang disakiti. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan Grounded Research dengan tujuan membangun dan mengembangkan konsep pemaafan dari perspektif santriwati beretnis Sunda. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 181 responden. Hasil penelitian memperoleh makna pemaafan yaitu suatu proses merelakan kesalahan orang lain, baik verbal maupun non verbal dengan sepenuh hati untuk berbenah diri, menjaga relasi sosial dan mengharap ridho Allah SWT. Makna dan manfaat pemaafan dalam penelitian ini terdiri dari tiga kategori yaitu: pemaafaan untuk diri, pemaafan untuk orang lain dan pemaafan karena Allah.
Copyrights © 2016