Medicina
Vol 47 No 3 (2016): September 2016

kognitif, MMSE, hemoglobin, hemodialisis reguler

Wiradharma, Ketut Gede (Unknown)
Suwitra, Ketut (Unknown)
Widiana, I Gede Raka (Unknown)



Article Info

Publish Date
24 Jan 2017

Abstract

Gangguan fungsi kognitif merupakan masalah umum pada penyandang hemodialisis (HD) reguler. Belum jelas adanya kaitan antara penurunan kadar hemoglobin (Hb) dengan terjadinya penurunan fungsi kognitif pada penyandang HD reguler. Penelitian ini bertujuan mengetahui korelasi antara kadar Hb dan fungsi kognitif pada penyandang HD reguler di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar. Penelitian berupa studi potong lintang analitik. Kriteria inklusi ialah penyandang HD reguler di RSUP Sanglah hingga Juli 2013, berusia 18-80 tahun, pendidikan minimal sekolah dasar atau sederajat, mengerti bahasa indonesia, bisa membaca dan menulis, kooperatif, dan bersedia ikut dalam penelitian. Kriteria eksklusi ialah dalam kondisi penurunan kesadaran akut, gangguan penglihatan atau pendengaran, riwayat stroke, trauma kepala, epilepsi, dan penggunaan obat penenang. Dari 56 sampel, karakteristik data didapatkan pria sebanyak 37 orang (66,1%) dan wanita 19 orang (33,9%), rerata umur (simpang baku/SB) 47,8 (14,3) tahun, lama HD (lama minimum-maksimum) 19,5 (4-131) bulan, kadar Hb (SB) 9,5 (2,02) g/dl, nilai mini mental state examination (MMSE) (nilai minimum-maksimum) 27,5 (19-30). Analisis dengan korelasi Spearman, antara kadar Hb dan MMSE didapatkan nilai r=0,13 dan P=0,18. Disimpulkan bahwa terdapat korelasi lemah tidak bermakna antara kadar Hb dan fungsi kognitif pada penyandang HD reguler di RSUP Sanglah.

Copyrights © 2016