Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia
Volume 14. No. 2. Tahun 2019

Faktor Prenatal yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting Anak Usia 6-24 Bulan

Vinda Nur Apriningtyas (Universitas Muhammadiyah Semarang)
Tri Dewi Kristini (Universitas Muhammadiyah Semarang, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah)



Article Info

Publish Date
30 Nov 2019

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan gangguan pertumbuhan linier yang ditunjukan dengan nilai Z score TB/U kurang dari minus 2 SD, dan dikatagorikan dalam status gizi rendah. Faktor risiko stunting fase pertama terjadi pada saat masa prenatal. Tujuan:  Mengetahui faktor prenatal yang berhubungan dengan kejadian stunting di Desa Dukuhmaja Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian case control. Sample berjumlah 62 responden Ibu yang memiliki anak stunting dan tidak stunting usia 6-24 bulan, masing-masing 31 orang. Variabel yang diteliti meliputi tinggi badan Ibu, status KEK saat hamil, kadar HB, penambahan berat badan, dan riwayat paparat zat kimia.. Hasil penelitian di analisis dengan uji statistik chisquare. Hasil: variabel yang berhubungan meliputi tinggi badan Ibu (p=0,02<0,05; OR 3,981), status KEK (p=0,01<0,05; OR 7,028), Penambahan berat badan (p=0,01< 0,05; OR 4,747), dan riwayat paparan zat kimia (p=0,00<0,05; OR 1,114). Variabel yang tidak berhubungan adalah kadar HB (p=0,772>0,05). Kesimpulan: Ada hubungan antara Tinggi badan ibu, status KEK, penambahan berat badan, dan riwayat paparan zat kimia dengan kejadian stunting.

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

jkmi

Publisher

Subject

Public Health

Description

Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia publishes scientific articles of research results in the field of public health in scope: Health policy and administration Public health nutrition Environmental health Occupational health and safety Health promotion Reproductive health Maternal and child health ...