Pada baja AISI 1045 dilakukan pengerasan (hardening) untuk memperoleh sifat tahan aus dan kekerasan yangtinggi, dengan proses heat treatment (perlakuan panas), yang dilanjutkan dengan proses quenching, Kekerasan yang dicapaitergantung pada temperatur pemanasan, holding time, dan laju pendinginan yang dilakukan pada laku panas. Kekerasanbaja AISI 1045 yang dicapai pada proses perlakuan panas dilanjutkan quenching agitasi dengan tebal sampel dan volumeair yang divariasikan, sehingga diperoleh kekerasan maksimum pada volume air 10 liter dengan nilai kekerasan rata-rata59,62 HRC, sedangkan untuk nilai kekerasan rata-rata pada volume air 15 liter yaitu 58,56 HRC, untuk volume air 20 literyaitu 57,62 HRC dan untuk volume air 25 liter yaitu 58,37 HRC. Dari hasil kekerasan yang dihasilkan pada masing-masingsampel berbeda-beda, hal ini disebabkan faktor lain yang mempengaruhi terjadinya perbedaan kekerasan pada masingmasingsampel hasil proses laku panas yang dipengaruhi oleh tebal sampel dan volume air quenching yang mempengaruhi.
Copyrights © 2011