E-Jurnal Medika Udayana
vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana

PSIKOTIK NON-ORGANIK PADA PASIEN DENGAN TULI KONDUKSI: SEBUAH LAPORAN KASUS

Pande Nyoman Anom Dharma Wicaksana (Unknown)



Article Info

Publish Date
21 May 2015

Abstract

Gangguan psikotik non-organik ditegakkan berdasarkan anamnesis yang cermat denganmelakukan wawancara yang baik. Pada pasien dengan gangguan pendengarankhususnya tuli konduksi maka perlu berbagai pertimbangan dalam menegakkandiagnosis. Pentingnya hubungan pasien dan dokter yang baik dan kesamaan dalampemahaman bahasa serta waktu untuk melakukan observasi lebih ditekankan. Diagnosistuli konduksi ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik denganditemukannya ruptur gendering telinga pada pasien. Dilakukan pula tes bisik dan tesgarputala. Pada penatalaksanaan penting untuk melakukan penatalaksanaan psikotikdengan pemberian obat antipsikotik pada pasien berupa Chlorpromazine 1 x 50 mg  P.O(malam), Stelazine 2 x 5 mg  P.O (pagi-malam), untuk menekan efek ekstrapiramidaldiberikan Trihexyphenidyl 2 x 2 mg P.O (malam), diberikan pula psikoterapi namundengan cara yang lebih mungkin pada pasien dengan tuli konduksi, KIE suportif pasiendan keluarga. Penanganan tuli konduksi sendiri dapat dialakukan timpanoplasti.

Copyrights © 2014






Journal Info

Abbrev

eum

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology

Description

Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah ...