Hal pokok yang melatar belakangi penelitian ini adalah perlu adanya satu solusi atas keterbatasan ruang/studio gambar yang tersedia di jurusan Seni Rupa FBS Unnes agar perkuliahan tetap dapat berjalan dan tidak menjadikan keterbatasan ruang ini sebagai penghambat terlaksananya proses belajar mengajar. Solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal ini adalah perlunya dikembangkan suatu model pembelajaran yang tidak terlalu bergantung pada kebutuahan akan ruang kelas. Oleh karenanya penelitian ini diarahkan pada pengembangan model pembelajaran outdoor dalam mata kuliah gambar. Masalah yang dikaji adalah: (1) bagaimana pengembangan model pembelajaran outdoor pada mata kuliah gambar di Jurusan Seni Rupa FBS Unnes?, (2) Bagaimana strategi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran outdoor tersebut?, 3) Faktor-faktor apakah yang dapat menjadi penunjang dan penghambat dalam pengembangan model pembelajaran outdoor pada mata kuliah gambar tersebut. MetodeÃÂ penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Sasaran penelitian terfokuspada masalah penelitian. Data penelitian dikumpulkan dengan pengamatan, wawancara, angket, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model siklus interaktif. Pengembangan model pembelajaran outdoor dalam mata kuliah gambar yang telah dilakukan pada Jurusan Seni Rupa FBS Unnes diperolehhasil penelitian sebagai berikut: (1) Pengembangan dalam variasi materi berupa pelatihan gambar dengan pengamatan langsung model di lingkungan sekitar (outdoor)., (2) mengatasi keterbatasan ruang pada Jurusan Seni Rupa FBS Unnes, (3) Meningkatkan motivasi mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran mengambar. Strategi pengembangan model pembelajaran outdoor meliputi tiga hal yaitu: Pertama, Rencana Pelaksanaan Kegiatan outdoor berupa program pelatihan menggambar di luar ruang kelas yang dirancang 6 kali pertemuan dengan materi yang mengacu kepada GBPP. Kedua, Pelaksanaan kegiatan outdoor yang terdiri dari kegiatan I sd VI dengan lokasi di luar kelas baik di lobby, gasebo, samping gedung, maupun di sekitar kampus. Kegiatan outdoor ke 1, 2, dan 3 dengan materi menggambar alam benda, tangga, dan sudut bangunan. Sedangkan kegiatan outdoor ke 4,5 dan 6 dengan materi gambar sketsa pepohonan, lanskip, dan figur/aktivitas manusia. Ketiga, Evaluasi berupa koreksi dan kritik kelemahan dan kelebihan karya gambar yang dihasilkan serta penentuan nilai hasil setiap tugas. Saran yang dapat dikemukakan adalah MK Gambar 1 sebaiknya divarisikan kegiatan latihannya yaitu indoor dan outdoor. Kegiatan outdoor yang dirancang dan dilaksanakan dalam penelitian ini disarankan kepada pengampu MK gambrar agar dapat dijadikan sebagai model dalam pengembangan pembelajaran menggambar berikutnya bagi mahasiswa.
Copyrights © 2009